Selasa, 27 Desember 2011

Bata Ekspos nan Eksotis Indah Alami

oleh: Astri Diana
Bata Ekspos nan Eksotis Indah Alami

Harganya murah, pengerjaannya mudah, dan hasilnya indah alami. 

Bata ekspos merupakan salah satu pilihan desain yang sering diterapkan pada dinding untuk menciptakan hunian yang bersuasana natural. Hal ini bisa diperoleh karena material dari tanah liat ini, jika di ekspos dengan susunan yang benar dan rapi, sukses menghadirkan suasana alam nan eskotis.
Di sini yang dimaksud dengan bata ekspos adalah bata penyusun dinding yang dibiarkan polos tanpa plester dan aci. Dengan begitu, akan terkespos karakter bata, baik berupa warna, tesktur dan bentuknya. 
Pada prinsipnya, pembuatan bata ekspos itu tidaklah susah. Bedanya hanya, ketika Anda memutuskan untuk mengekspos bata dinding, lakukan proses pemasangan bata secara hati-hati dan rapi. Cairan semen yang menetes ke permukaan bata bakal merusak tampilan bata secara keseluruhan. Setelah pemasangan selesai, demi indah alami yang tahan lama, bata yang sudah terekspos ini bisa dicoating dengan warna bening. Coating menghindarkan bata dari lembap, berlumut, dan berjamur.
Selain memanfaatkan bata dinding, dekorasi bata ekspos juga dapat diperoleh dengan menggunakan bata tempel terakota. Yang ini pola kerjanya agak berbeda dengan proses mengekspos bata dinding. Proses pembuatan bata ekspos dari bata tempel terakota lebih mirip dengan proses pemasangan keramik dinding. Setelah dinding berdiri dan diplester, bata tempel terakota dilapiskan. Meski begitu, Anda tetap harus hati-hati saat pemasangannya. Hindari tetesan air semen pada permukaan bata terakota, juga perhatikan kelurusan nat. Dengan begitu bisa didapat bata ekspos terakota yang bersih, indah, dan juga alami. 
Foto : iDEA/Dean Martin Saerang

Ruang Makan Mini Menyatu dengan Dapur

oleh: Anissa Q. Aini
Ruang Makan Mini Menyatu dengan Dapur

Tidak punya lahan untuk ruang makan bukan petaka. Kita bisa membuatnya menyatu dengan dapur. Bagaimana kalau ukuran dapur pun mungil? Tak masalah, kita buat ruang makan mini. Seperti yang satu ini, nih.

Yang namanya ruang makan tidak harus selalu berisi meja makan dengan empat atau lebih kursi. Meja bar mini dengan dua buah bar stool juga memadai, kok. Selain itu lebih mudah menyatukannya dengan dapur. Dengan demikian sudah pasti hemat lahan. Dapur sekaligus ruang makan di foto ini contohnya.
Berada di dalam rumah berukuran 80 meter persegi, rasanya tidak terlalu banyak pilihan yang bisa dibuat. Tapi bukan berarti harus menghilangkan ruangan-ruangan yang berfungsi vital. Itu sebabnya, pemilik rumah menyatukan dapur dengan ruang makan. Tidak sekadar menempatkan set meja dan kursi makan di area dapur, melainkan benar-benar menyatukan meja makan dengan dapur.
Seperti yang terlihat di foto, meja makan digantikan dengan meja bar, yang menyatu dengan dinding. Dan secara tidak langsung menjadi bagian dari kitchen set . Meja makan ini bisa sekaligus berfungsi sebagai area kerja di dapur, jika tidak sedang digunakan untuk bersantap.
Ruang makan seperti ini lebih praktis. Pasalnya, hidangan dari dapur bisa langsung dihidangkan dan disantap. Membereskannya pun mudah, karena letaknya yang menyatu dengan dapur. Buat keluarga kecil, yang belum terlalu membutuhkan ruang makan berkapasitas lebih dari dua orang, ide yang satu ini ptut dicoba.
Foto: iDEA/ Tri Rizeki Darusman
Lokasi: Rumah Sapto W. Tantiono dan Maria Henriette Clementine, Meruya, Jakarta Barat

Minggu, 25 Desember 2011

Dapur Mungil: Si Kecil Cabe Rawit

oleh: Anissa Q. Aini
Dapur Mungil: Si Kecil Cabe Rawit

Julukan "si kecil cabe rawit" sepertinya pas dilekatkan pada dapur yang satu ini. Biar mungil tapi gak malu-maluin . Mereka yang ingin pamer dapur cantiknya, bisa jadi contekan , nih.

Dapur berdesain modern ini biar kecil, kurang lebih 2,5m x 2m, tapi bisa tampil elegan. Kuncinya aplikasi warna gelap dan pilihan materialnya. Di dapur ini semua pintu kabinetnya berlapis kaca. Top table -nya menggunakan solid surface , material kuat dan anti gores. Serba hitam dan glossy , pilihan paling tepat untuk menciptakan tampilan anggun dan berkarakter.
Tapi pilihan warna serba gelap begini, bisa membuat dapur tampak gloomy dan kurang sentuhan "hidup". Nah, dibuatlah sebuah panel berwarna merah terang. Panel tempat nyangkut -nya cooker hood ini, langsung tampak menyolok di antara dominasi hitam di sekelilingnya. Warna cerah seperti ini, walaupun cuma sedikit, jitu untuk menciptakan aksen penarik perhatian sekaligus "penyemarak" suasana.
Kitchen set dan island di dapur ini sengaja dibuat tidak menempel di lantai, dengan kaki-kaki stainless steelsebagai penyangga. Cara ini membuat dapur lebih mudah dibersihkan. Selain itu, kesannya jadi lebih ringan, kan? Satu lagi, nih, yang menyemarakkan dapur selain si panel merah. Lampu-lampu di bawahkitchen set dan island membuat suasana dapur jadi seru.
Selain buat mempercantik tampilan, lampu-lampu ini juga berfungsi menjaga kebersihan dapur. Bagaimana tidak? Di area seterang itu, kotoran sedikit saja pasti terlihat jelas. Tidak mungkin pemilik dapur membiarkan kotoran itu, pasti segera dibersihkan.
Gimana, sekarang percaya, kan, walaupun mungil dapur ini nyaman dan sangat layak dipamerkan?
Foto: iDEA Online/ Fardina R. Suri
Lokasi: Showroom Indawo Kitchen, Radio Dalam, Jakarta Selatan

Lampu dan Cermin Ciptakan Ruangan Lebih Lapang

oleh: Anissa Q. Aini
Foto: iDEA Online/ Fardina R. Suri
Banyak cara bikin ruang terlihat lebih luas. Mulai dari pilihan warna, desain furnitur, hingga penataan. Satu lagi yang turut berpengaruh, pencahayaan.
Pilihan jenis lampu ikut membantu menciptakan tampilan ruang yang lebih luas, lho . Dalam bukuPersonal Places , yang ditulis oleh desainer interior asal Amerika, Catherine C. Crane,disebutkan bahwa lampu dinding dan lampu gantung adalah solusi tepat untuk ruangan-ruangan berukuran mungil. Mengapa? Karena keduanya tidak banyak memakan lahan.
Selain soal tipe, desain lampu dan ukuran juga berpengaruh. Perhatikan juga ukurannya, jangan sampai terlalu besar, sehingga tidak seimbang dengan ukuran ruangan. Mungkin di benak Anda akan muncul pertanyaan, dengan lampu berukuran kecil, apakah bisa didapatkan pencahayaan yang maksimal?
Jangan khawatir, kita bisa memadukan dua solusi tampilkan ilusi ruang lebih luas, yaitu lampu dan cermin. Manfaatkan cermin untuk memantulkan cahaya dari lampu. Pantulan cahaya tersebut bisa membantu menerangi sudut-sudut ruangan yang gelap.
Jadi ga perlu beli lampu dengan watt tinggi atau berukuran besar. Pakai cermin saja untuk memantulkan cahaya lampu dan membuat ilusi pada luas ruangan. Penasaran? Coba ajah.
Lokasi: Unit Contoh Casa Grande, Casablanca, Jakarta Selatan

Susunan Keramik Berikan Efek Luas pada Kamar Mandi

oleh: Indra Zaka Permana
Susunan Keramik Berikan Efek Luas pada Kamar Mandi

Anda ingin memberi kesan luas pada kamar mandi? Mainkan saja pola keramik yang menempel pada dinding dan lantai.

Kamar mandi 1,5mx1,5m bisa jadi terasa luas dengan olahan pola pemasangan keramik, lho.Kenapa bisa begitu? Itu karena permainan visual,  yang membuat mata seolah melihat ’komposisi di balik komposisi ’ pada pola pemasangan keramik. Permainan visual ini membuat efek ’dalam’ pada sebuah bidang.
Pola pemasangan keramik pada umumnya dengan pola grid, atau kotak-kotak. Pola ini menguatkan bentuk kotak itu sendiri. Namun jika pola grid itu dimainkan lagi, misalkan membagi pola grid pada dinding menjadi tiga bagian atas tengah dan bawah, maka dinding terlihat lebih luas. Lihatlah di kamar mandi ini, keramik dibagi menjadi tiga bagian, keramik bagian bawah, tengah, dan atas. Dinding secara tak langsung menjadi lebih luas.
Sedangkan pada lantai, pola grid yang dipasang diagonal menjadi pola yang membuat lantai terasa lebih lega. Pola diagonal seolah menghilangkan efek garis pada sisi bidang lantai yang menguatkan batasan dimensi. Efek garis-garis diagonal pada lantai menjadi solusi simpel memperluas kamar mandi 1,5mx1,5m.
Foto: iDEA/ Richard Salampessy

Bahan Pintu untuk Kamar Mandi

oleh: Dewi Kartini
Foto: iDEA/Tri Rizeki Darusman
Pintu kamar mandi Anda gampang rusak? Ganti dengan yang materialnya kuat. Perawatan adalah kunci keawetannya.
Kamar mandi seringkali terkena cipratan air. Apalagi jika kamar mandi berukuran kecil, misalnya 1,5mx1 m. Jika pintu sering terkena cipratan air, akibatnya pintu cepat rusak. Untuk menghindarinya, salah satunya, pandai-pandailah Anda memilih materialnya.
Umumnya pintu kamar mandi terbuat dari material kayu, aluminium, dan vynil. Berikut rinciannya:
  • Pintu kayu: Lebih rentan terhadap cipratan air. Sering terkena cipratan, pintu jadi lembap, kemudian lapuk, dan hancur. Kerusakan biasanya berawal dari bagian bawah karena bagian ini yang paling sering dan lama terkena air. Kalau pintu sudah lapuk dan hancur, jalan termudah adalah mengganti daun pintu berikut kusennya dengan yang baru. Karena itu, pintu kayu kurang cocok untuk kamar mandi kecil. Jika ingin menggunakan pintu kayu, pasang pintu pada area yang jauh dari cipratan air. Boleh juga Anda melapisnya dengan bahan yang tahan air, seperti akrilik, fiber, atau aluminium, pada bagian dalam yang menghadap kamar mandi.
  • Pintu aluminium : Aluminium adalah material yang tahan air dan korosi. Sebagai pintu kamar mandi, ia berbentuk rakitan yang menyatu dengan kusennya. Sifat aluminium yang tahan air dan antirkorosi memungkinkan material ini digunakan sebagai pintu kamar mandi. Namun aluminium bukan pilihan yang terbaik. Sebagai pintu, aluminium rentan gores dan penyok alias ringkih. Selain itu, pada saat proses buka dan tutup, lama kelamaan akan menimbulkan suara derit yang nyaring. Presisi pintu pun mudah berubah akibat engsel atau rivet lepas atau kendur.
  • Pintu vynil: Vynil mirip plastik atau PVC. Material ini tahan air, antikorosi, tidak berisik, dan memiliki nilai artisitik lebih baik dari aluminium. Permukaannya pun bisa dilapisi material lain, seperti takon aneka motif dan warna. Harga pintu dari bahan vynil relatif rendah. Tidak memerlukan finishing, dan perawatannya pun mudah. Pintu ini menyatu antara daun pintu dengan kusennya. Sebagai pintu kamar mandi, bahan vynil bisa sebagai alternatif pintu yang tahap air dan tahan korosi.
Foto: iDEA/Tri Rizeki Darusman

Sabtu, 03 Desember 2011

Karpet Dapat Dibersihkan Menggunakan Garam

oleh: Astri Diana

Karpet Dapat Dibersihkan Menggunakan Garam

Sebagai salah satu elemen dekoratif, karpet kadang sering terabaikan. Kehadirannya hanya dimanfaatkan sebagai percantikan ruang saja, tanpa memerhatikan perawatannya.

Padahal, jika tidak rutin dirawat, kesan cantik pada aksesori penutup lantai ini lama kelamaan bisa pudar dan noda yang menumpuk bisa menimbulkan berbagai penyakit pernapasan. Tak jarang juga, karpet menjadi tempat berkembangnya kutu busuk. 
Karpet jenis apapun sebaiknya rutin dibersihkan. Merawatnya tidak repot kok. Yuk mari simak beberapa tips seputar perawatan karpet berikut ini.
  1. Letakkan karpet pada ruang yang tidak terkena cahaya matahari langsung. Hal itu untuk menghindari cepat memudarnya warna karpet.
  2. Jika sudah terlanjur pudar, taburi karpet dengan garam dapur sebanyak mungkin. Diamkan sekitar 1 jam, lalu sedot dengan vacuum cleaner . Cara itu cukup ampuh untuk membuat warna karpet “hidup” lagi.
  3. Bersihkan dan sedot debu menggunakan vacuum cleaner  minimal tiga minggu sekali agar kotoran tidak menumpuk.
  4. Jika karpet terkena tumpahan noda, segera tekan bagian yang terkena noda dengan menggunakan lap basah. Hal itu berguna untuk mengangkat noda kotor dan membuat tumpahan cepat kering.
  5. Ubah posisi karpet tiga bulan sekali, agar posisi karpet yang sering terinjak kaki bisa sering berganti.
  6. Jika anda tak sempat mencuci karpet, taburkan saja soda kue ke permukaan karpet. Biarkan kurang lebih 1 jam, lalu sedot dengan vacuum cleaner  agar tampilannya sedikit kinclong.
Mudah kan? Cara tersebut bisa anda lakukan sehari-hari tanpa memerlukan bantuan jasa pencuci. Selain kualitas karpet terjaga, kebersihannya juga aman bagi kesehatan penghuni rumah.
Foto : iDEA/Melo